
Seperti yang kita tahu bahwa umumnya dawet berwarna hijau, namun di kawasan ini dawet tidak berwarna atau bening.
Es Dawet Ngudi Roso ini beralamat di Jalan Yogya-Solo KM 14 Bogem, Kalasan.
Es Dawet Ngudi Roso pertamakali menggelar dagangannya di depan kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta.
Dawet di warung ini terbuat dari tepung pathi atau tepung aren meskipun proses pembuatannya hampir sama dengan proses pembuatan dawet pada umumnya. Dawetnya tidak berwarna atau bening dan pembuat dawet Kalasan ini sengaja tidak memberikan warna pada dawet agar terlihat lebih alami

Untuk masalah harga, kalian jangan khawatir. Segelas es dawet dengan tape ketan dihargai cukup murah yakni Rp 3 ribu. Untuk yang tidak pake tape hanya Rp 2 ribu saja.
Dalam sehari dengan harga tersebut, penjual bisa menjual habis 800-1500 porsi yang dibawanya dari rumah.

Setiap hari, kios dawet ini buka mulai pukul 09.00 hingga habis atau paling lama pukul 16.00 WIB. Tapi buat kalian yang mau mampir jangan sampai terlalu sore juga, karena saat cuaca terik biasanya dawet cepet terjual habis.
Yuk buat kalian yang melewati jalan Yogya-Solo KM 14 Bogem, Kalasan. Jangan lupa mampir untuk mencicipi nya.
