
Ikan asap sudah dikenal sejak zaman dahulu kala. Konon terjadinya tanpa disengaja. Ketika itu umumnya orang mengawetkan daging dan ikan dengan cara dikeringkan dibawah terik matahari. Namun pada musim hujan dan musim dingin orang mengeringkan dengan bantuan api dibawah tungku dapur, sehingga pengaruh asap pun tidak dapat dihindarkan.
Ada pula versi lain yaitu pada zaman batu orang mempersiapkan makanannya termasuk ikan masih dengan cara sangat sederhana yaitu dibakar atau dipanggang diatas api sebelum disantap. Tentu saja pengaruh asap juga tidak dapat dihindarkan.Akibat pengolahan tersebut makananpun bercita rasa asap dan warnanya kecokelatan. Aroma asap itu ternyata disukai orang dan tekstur ikan yang diasap menjadi lebih bagus serta ikan menjadi lebih awet. Sejak itulah pengasapan mulai berkembang dan teknis pengasapannya pun tidak banyak berubah.
